sebagaimana yang temen2 gue kenal, gue bukan tipe orang yang seneng dengan penampilan yang itu2 aja. Bosen. Yeah, that explains why I don't like routines. Hehehehe.... This time, korban perubahan gue adalah rambut. Kayaknya rambut ini lagi sering jadi korban gue. Knapa rambut? soalnya eksperimen ama rambut itu seru. Dia akan tetep tumbuh, jadi kegagalan2 (gagal poong, gagal warna, etc..) itu bisa diatasii seiring berjalannya waktu. Kegagalannya ga akan permanen. Temen2 kuliah gue udah afal banget ama kebiasaan gue potong rambut, potong poni, gonta ganti warna, kadang jadi keriting, tiba2 penuh hiasan, etc.
Sebelom gue cabut, gue potong rambut puendek. Ada pendapat yang bilang potong rambut pendek itu efek patah hati. In my case sih kayaknya ada benernya. Gue waktu itu bener2 pengen buang sial. Selama gue disini, poni juga udah beberapa kali gue gunting sendiri. Kalo ini, kepatok biaya. Buat apa bayar mahal untuk sesuatu yang bisa gue lakuin sendiri kan? Dan sekarang yang paling anyar, gue ngecat rambut lagi. Heheheh.. Cat-nya sendiri udah gue beli minggu lalu, tapi gue ragu mau ngecat sekarang apa nunggu rambut panjangan dikit. Tapi malem ini, tiba2 mood gue dateng buat ngecat rambut. Jadilah gue ngecat. Gue gatau hasilnya bgimana, soalnya ampe saat ini, gue masih terduduk sambil nungguin warna cat-nya masuk ke setiap helai rambut. Dalam stengah jam lagi, harusnya warnanya udah masuk, dan bisa gue cuci. Mudah2an hasilnya bagus yaa....kalo nggak juga who cares sih, kecuali gue yang rugi beli cat-nya itu :(
Penasaran yah? sama...
killing time dulu aaahh sambil streaming Gen.FM....gile yeeeee uda lama aja gue ga dengerin ni radio....hihihihih
Wednesday, 29 April 2009
Friday, 24 April 2009
SIMPLE CARE foundation
care enough to join us??...
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
SIMPLE CARE adalah foundation saya kecil2an yang bergerak dibidang kemanusiaan. Seperti CHR (Charity) pd perusahaan besar tp utk skala kecil bagi orang pribadi atau bisnis perorangan kecil2an secara konsisten dan continue.
Tujuan kegiatan ini adalah penggalang dana untuk bencana, tragedy, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Buttom line : disaat terjadi bencana kita sudah punya dana untuk langsung disalurkan saat itu jg dgn cepat, bukan disaat ada bencana baru kita mencari sumbangan.
Jumlah dana yang disumbangkan perbulannya ditentukan oleh pendonor sendiri.
Untuk orang pribadi : sumbangan berdasarkan gaji per bulan.
Untuk bisnis kecil : sumbangan berdasarkan 1 unit per 1 value.
Contoh:The bless cakes : setiap 1 kue yang terjual akan disumbangkan Rp.50,-. Maka akan diakumulasikan tiap bulannya brp pieces yg terjual dikali Rp.50,-.
Intinya, sumbangan bagi orang pribadi tersebut konsisten jumlahnya setiap bulannya dan bagi pebisnis konsisten dr hasil penjualannya.
Sistematiknya : bila anda sudah berniat menjadi partisipan,
1. Daftarkanlah diri kalian pada saya dengan data diri lengkap (alamat rmh, alamat usaha, telp lengkap) dgn mengontak saya kpn saja silahkan
2. Tentukan jumlah yang akan disumbangkan tiap bulannya scr konsisiten (diharapkan bisa konsisten jumlahnya setiap bulan setidaknya ada batas minimum yang ditentukan sendiri oleh pendonor).
3. Setelah bergabung, anda akan diberikan laporan bulanan account yg telah didonorkan ke SIMPLE CARE dan laporan disumbangkan kemana saja uang yang telah diberikan.
4. Bila anda merasa ingin memberikan lebih dr yg biasa diberikan tiap bulannya silahkan.
5.Transfer melalui Bank Mandiri via Leny Wahyuni- Simple Care
Sistematika penyaluran sumbangan:
* 50% dr dana yg terkumpul setiap bulannya akan di salurkan ke program yg tlh ditentukan (cth:program April utk pendirian rumah bacaan,pengobatan gratis di Mentawai shg SIMPLE CARE akan memberikan 50% dana yg terkumpul bulan April kesini)
* 50% sisa cadangan yang tersedia untuk bantuan sewaktu2 bila terjadi bencana, atau program dadakan untuk dibantu.
Kegiatan ini terinspirasi oleh Foundation milik Jet Lie. 1 yuan 1 hari. Uang yang terkumpul setiap hari tsb disimpan utk membantu kegiatan kemanusiaan yg terjadi mendadak sehingga bila ada sesuatu yang perlu dibantu, langsung dgn cepat dana yang telah dikumpulkan tiap hari bisa langsung disalurkan. Begitu juga dengan SIMPLE CARE, berusaha membantu sesama yg lbh membutuhkan setidaknya dilingkungan terdekat kita. Terkadang kita masih lupa untuk berbagi. Saya belum menjadi foundation besar seperti Palang Merah Indonesia atau Dompet Duafa dll yg langsung terjun dlm pencarian dan pendonoran scr langsung. Hanya saja saya berusaha menjadi koordinator teman2 saya dengan kepercayaan mereka untuk menyalurkan dana tersebut ke orang yang membutuhkan secara konsisten tiap bulan agar kepedulian kita tdk hanya sesaat tp berkelanjutan dan tidak terputus. Saya tidak melihat besarnya jumlah sumbangan, saya hanya ingin mengajak teman2 saya untuk berbagi dengan sesama saja. SIMPLE CARE : berikan kepedulian kita dgn sesama walau dengan cara semudah dan sesederhana mungkin. Insya Allah jalannya dimudahkan.
Program :
Maret 2009 : utk bencana Situ Gintung
April 2009 : pembangunan rumah bacaan masyarakat, pendidikan sain terbuka untuk anak2, pengobatan gratis warga sekitar di Pulau Siberut kepulauan Mentawai Sumatra.
Wanna participate?? Silahkan hubungi saya kapan saja : Leny Wahyuni 0818962481 / 99465560 or email me leny_wahyuni@yahoo.com or YM me @ leny_wahyuni@yahoo.com. Can't hardly wait for ur care... ^_^
++++++++++++++++++++++++++
SIMPLE CARE adalah foundation saya kecil2an yang bergerak dibidang kemanusiaan. Seperti CHR (Charity) pd perusahaan besar tp utk skala kecil bagi orang pribadi atau bisnis perorangan kecil2an secara konsisten dan continue.
Tujuan kegiatan ini adalah penggalang dana untuk bencana, tragedy, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Buttom line : disaat terjadi bencana kita sudah punya dana untuk langsung disalurkan saat itu jg dgn cepat, bukan disaat ada bencana baru kita mencari sumbangan.
Jumlah dana yang disumbangkan perbulannya ditentukan oleh pendonor sendiri.
Untuk orang pribadi : sumbangan berdasarkan gaji per bulan.
Untuk bisnis kecil : sumbangan berdasarkan 1 unit per 1 value.
Contoh:The bless cakes : setiap 1 kue yang terjual akan disumbangkan Rp.50,-. Maka akan diakumulasikan tiap bulannya brp pieces yg terjual dikali Rp.50,-.
Intinya, sumbangan bagi orang pribadi tersebut konsisten jumlahnya setiap bulannya dan bagi pebisnis konsisten dr hasil penjualannya.
Sistematiknya : bila anda sudah berniat menjadi partisipan,
1. Daftarkanlah diri kalian pada saya dengan data diri lengkap (alamat rmh, alamat usaha, telp lengkap) dgn mengontak saya kpn saja silahkan
2. Tentukan jumlah yang akan disumbangkan tiap bulannya scr konsisiten (diharapkan bisa konsisten jumlahnya setiap bulan setidaknya ada batas minimum yang ditentukan sendiri oleh pendonor).
3. Setelah bergabung, anda akan diberikan laporan bulanan account yg telah didonorkan ke SIMPLE CARE dan laporan disumbangkan kemana saja uang yang telah diberikan.
4. Bila anda merasa ingin memberikan lebih dr yg biasa diberikan tiap bulannya silahkan.
5.Transfer melalui Bank Mandiri via Leny Wahyuni- Simple Care
Sistematika penyaluran sumbangan:
* 50% dr dana yg terkumpul setiap bulannya akan di salurkan ke program yg tlh ditentukan (cth:program April utk pendirian rumah bacaan,pengobatan gratis di Mentawai shg SIMPLE CARE akan memberikan 50% dana yg terkumpul bulan April kesini)
* 50% sisa cadangan yang tersedia untuk bantuan sewaktu2 bila terjadi bencana, atau program dadakan untuk dibantu.
Kegiatan ini terinspirasi oleh Foundation milik Jet Lie. 1 yuan 1 hari. Uang yang terkumpul setiap hari tsb disimpan utk membantu kegiatan kemanusiaan yg terjadi mendadak sehingga bila ada sesuatu yang perlu dibantu, langsung dgn cepat dana yang telah dikumpulkan tiap hari bisa langsung disalurkan. Begitu juga dengan SIMPLE CARE, berusaha membantu sesama yg lbh membutuhkan setidaknya dilingkungan terdekat kita. Terkadang kita masih lupa untuk berbagi. Saya belum menjadi foundation besar seperti Palang Merah Indonesia atau Dompet Duafa dll yg langsung terjun dlm pencarian dan pendonoran scr langsung. Hanya saja saya berusaha menjadi koordinator teman2 saya dengan kepercayaan mereka untuk menyalurkan dana tersebut ke orang yang membutuhkan secara konsisten tiap bulan agar kepedulian kita tdk hanya sesaat tp berkelanjutan dan tidak terputus. Saya tidak melihat besarnya jumlah sumbangan, saya hanya ingin mengajak teman2 saya untuk berbagi dengan sesama saja. SIMPLE CARE : berikan kepedulian kita dgn sesama walau dengan cara semudah dan sesederhana mungkin. Insya Allah jalannya dimudahkan.
Program :
Maret 2009 : utk bencana Situ Gintung
April 2009 : pembangunan rumah bacaan masyarakat, pendidikan sain terbuka untuk anak2, pengobatan gratis warga sekitar di Pulau Siberut kepulauan Mentawai Sumatra.
Wanna participate?? Silahkan hubungi saya kapan saja : Leny Wahyuni 0818962481 / 99465560 or email me leny_wahyuni@yahoo.com or YM me @ leny_wahyuni@yahoo.com. Can't hardly wait for ur care... ^_^
the last option?
tiba2 tadi malem si X telpon gue dan ngomong panjang lebar nanyain kapan gue pulang, apakah gue siap merit sama dia, bla bla bla. Tentu dalam keadaan stengah sadar...jelas gue nggak tanggepin, yang ada gue malah kaget ama obrolan berat yg tiba2 ini.
Pagi ini dia telpon lagi, buat minta maaf (yup, untuk ke seribu kali-nya) untuk kejadian semalem, dimana sejauh apapun gue, masih aja gue yang jadi tempat dia mengeluarkan isi hatinya (according to him, not me), dan dia mulai cerita tentang hidupnya sekarang. He said that he screwed up big time. His business, his family, his relationship, everything. His marriage got delayed because of her girlfriend's sister got married this year; meanwhile, his family just heard about this a week before their departure to the girl's hometown and felt being played by the girl's family; and his crew are not doing their job which ruins his cash flow and he had to sell his car because of that. For a grown up boy like him, that's already too much.
So there he is, last night, saying all those stupid things we both knew wouldn't happen, just to fill up the slot at his planned marriage. Damn, did he think I'm his last option? I'm the engineer who has the ability to fix everything in his life? Yeah, it happens almost everytime. Talk to me and voila! He'll knew what to do next, and everything will be alright. But marriage??....Didn't he remember the day I had enough of him? The day I said no? The day I called to say I'm leaving that day? And most of all, days when I answered "I don't know" to every when I'll be coming back home question?...I'm not going to be the engineer this time, I'm not going to fix his life, especially by becoming his available last option! Although I am available, I am not the girl to fill the slot. I am not somebody's last option. I'm the first option...
My dear boy, like what Serena Van Der Woodsen said to Nate Archibald on the early episode of Gossip girl when she got back to town after her 1 year dissappearance:

"I didn't come back for you..."
Serena Van Der Woodsen
Pagi ini dia telpon lagi, buat minta maaf (yup, untuk ke seribu kali-nya) untuk kejadian semalem, dimana sejauh apapun gue, masih aja gue yang jadi tempat dia mengeluarkan isi hatinya (according to him, not me), dan dia mulai cerita tentang hidupnya sekarang. He said that he screwed up big time. His business, his family, his relationship, everything. His marriage got delayed because of her girlfriend's sister got married this year; meanwhile, his family just heard about this a week before their departure to the girl's hometown and felt being played by the girl's family; and his crew are not doing their job which ruins his cash flow and he had to sell his car because of that. For a grown up boy like him, that's already too much.
So there he is, last night, saying all those stupid things we both knew wouldn't happen, just to fill up the slot at his planned marriage. Damn, did he think I'm his last option? I'm the engineer who has the ability to fix everything in his life? Yeah, it happens almost everytime. Talk to me and voila! He'll knew what to do next, and everything will be alright. But marriage??....Didn't he remember the day I had enough of him? The day I said no? The day I called to say I'm leaving that day? And most of all, days when I answered "I don't know" to every when I'll be coming back home question?...I'm not going to be the engineer this time, I'm not going to fix his life, especially by becoming his available last option! Although I am available, I am not the girl to fill the slot. I am not somebody's last option. I'm the first option...
My dear boy, like what Serena Van Der Woodsen said to Nate Archibald on the early episode of Gossip girl when she got back to town after her 1 year dissappearance:

"I didn't come back for you..."
Serena Van Der Woodsen
Thursday, 23 April 2009
in the end.
out of the blue, gue inget temen gue cerita tentang salah seorang yang merit sama seorang pendatang baru yang dipacarin 2 taun terakhir compared to her former 7 years of relationship boyfriend.
"Beruntung laki2 yang dapetin cewek yang udah berkali-kali disakiti hatinya.."
karena setelah disakitin berkali-kali, akhirnya si cewek itu memilih untuk pasrah dan terserah. Bukan dalam artian negatif, justru sebaliknya, dimana si cewek meningkatkan komprominya terhadap her significant others. Udah nggak nuntut banyak, nggak ngarep banyak, apa yang ada di depan ya udah dijalanin aja sebaik-baiknya.
It's quite nice actually.... I think at some point, I might be like that as well..
"Beruntung laki2 yang dapetin cewek yang udah berkali-kali disakiti hatinya.."
karena setelah disakitin berkali-kali, akhirnya si cewek itu memilih untuk pasrah dan terserah. Bukan dalam artian negatif, justru sebaliknya, dimana si cewek meningkatkan komprominya terhadap her significant others. Udah nggak nuntut banyak, nggak ngarep banyak, apa yang ada di depan ya udah dijalanin aja sebaik-baiknya.
It's quite nice actually.... I think at some point, I might be like that as well..
I'm baackk!!..
I finally back in UK after the exhausting euro trip.
Full stories available in my multiply site, still in completion..
Please do check it out...
;p
Full stories available in my multiply site, still in completion..
Please do check it out...
;p
Friday, 3 April 2009
pre departure
akhirnya kelar juga urusan liburan ntar...
dari awal-akhir...banyak banget tarik napas panjang..bersabar..dan bersabar...
lucunya, udah mo brangkat gini,
kok perasaan gue nggak enak ya?....
gatau knapa....
apa karna kurang mateng persiapannya?
secara kejar tayang ginih...
tadinya padahal gue excited banget loh...
huhuhuhuhuhuhu....
aneh...
dari awal-akhir...banyak banget tarik napas panjang..bersabar..dan bersabar...
lucunya, udah mo brangkat gini,
kok perasaan gue nggak enak ya?....
gatau knapa....
apa karna kurang mateng persiapannya?
secara kejar tayang ginih...
tadinya padahal gue excited banget loh...
huhuhuhuhuhuhu....
aneh...
Saturday, 28 March 2009
kepercayaan..
sahabat gue ga berapa lama ini nulis di multiply-nya tentang trust (kepercayaan). Lucunya, abis baca ini, gue jadi kayak flashback gitu tentang beberapa hal dimana gue mendapatkan dan kehilangan kepercayaan.
(ngelamun sambil flashback dulu)...............
Buat gue, sahabat adalah sodara. Yaaa namanya juga sahabat, semakin lama pasti akan berasa seperti kaka, adik, sodara. Semua ga berenti sebatas sahabat aja. Ga buat cewek, ga buat cowok. Sahabat2 gue udah gue anggep jadi bagian dari diri gue. Gimana enggak, sedihnya gue...mereka yang berhasil bikin gue balik seneng. Senengnya gue...kita berbagi. Jatuh-nya gue...mereka yang membuat gue kuat buat berdiri dan jalan...bahkan melesat secepat kilat seperti busur panah...halahhh...hiperbol, hahahha anyway, you got the point kan. Sayangnya salah satu dari mereka yang gue anggep nggak bakal mungkin menikam, malah menikam dari belakang. Gue bener2 kecewa. Kehidupan pribadi gue dikoyak2. Padahal, dia butuh apa, gue bela2in bantu. Secara dia di Jakarta merantau, gue bebasin nyinggah di rumah kapanpun, ampe gue bikinin dobelan kunci rumah. Bahkan, kalo bisa dibilang, I even share my parents, coz I knew it's not easy being far from your parents. So I shared mine. My mum treated her as if she's her own daughter. Gatau apa yang terjadi sama dia, dia mengobrak abrik semuanya. Sampe kehidupan pribadi gue. Disinilah gue kehilangan kepercayaan gue ke dia. Walaupun akhirnya dia mengakui semuanya pastinya dia tengsin abis kegep pengakuan dosa, apapun yang dia bilang, buat gue cuman manis di bibir aja. Terserah lo mau bilang apaan, gue emang gabisa maafin dia begitu aja, dan mulai dengan clean slate kalo dia ga ada usahanya juga. Gabisa, pokoknya gabisa! Titik. Forgiven, but not forgotten. Bukan perkara dendam atau nggak. Ini bentuk proteksi diri gue atas pengalaman buruk. Sebelum gue mulai dengan clean slate which is kemungkinannya kecil, tapi bukan berarti ga mungkin; gue harus yakin kalo kejadian2 yang ga terduga macem begini ga akan keulang lagi. She has to learn her lesson(s). I'd prefer it in a hard way, like....for the rest of her life??....hehehehheehe I don't know how far I would go though...and don't care anyway...
Nah, nyambung nih....salah satu keidupan pribadi gue yang diobrak abrik itu adalah hubungan gue sama sesorang. Anyway, singkat cerita, karna hubungan gue ama ni orang juga pada saat itu menjadi tajam setajam silet , bubar jalan lah hubungan gue. Kalo dari orang2 yang di lingkungannya dia bilang sih, dia promosi ke orang2 kalo gue yang ter ter buat dial like it matters now? d'oooghhhhh!!!! yaa itu kan di mulut. The truth is, ngapain ngumbar2 ke orang2 tentang perasaan lo ke si X kalo lo aja nggak punya nyali buat nunjukin ke si X sejujurnya. Sering banget segala omongan manis itu gue tantang buat jadi realita. Hasilnya 98% nol besar. Hari ini ngomong A, besok ngomong B, lusa A lagi...minggu depan C..makan tu omdo! Dan semakin kesini, kepercayaan gue pun semakin meluruh dalam jumlah yang semakin besar. Mirip2 kayak snowball effect...yyuuukkk. Ini kan kayak lo dikasih sayap "nih pake deh sayapnya buat terbang.." terus pas lo terbang tiba2 lo di lempar pake lembing trus sayap lo robek, pelan2 lo jatoh nyusruk kayak pesawat2 maskapai lokal yang maintenance-nya ga beres..kadang lo nemuin bangke-nya (baca: jati diri), kadang nggak. Kan mending ga usah dikasi sayap...mending biar butut, gue pake sayap bikinan gue sendiri. Kapasitasnya gue tau ampe mana.
Terus hubungan ama orangtua gue juga jadi nggak bener. Gue jadi semi bekstrit padahal ya aolliiii tadinya bener2 baek2 aja. Gara2 si comel satu itu aja kebanyakan tingkah kayak tessi srimulat makanya jadi pada ga percaya. Ya emang siii ni laki bukan dari bebet bibit bobot sempurna. Track recordnya juga ga bagus2 amat. Tapi gue selalu berpendapat orang itu ga mungkin 100% baik atau 100% ngaco. Pasti ada sisi lainnya. Nah, gue dan dia ini lagi berusaha membenahi diri. Dia juga tau dia nggak baik dan minder bareng gue. Mungkin emang dari sananya gue kerjaannya jadi mekanik mulu...eh, engineer deh biar keren. Ngelurusin idup orang, abis itu capcus kaga bareng gue *embeerrrr...ngehek banget*. Kalo gue ama sahabat gue bilangnya "bolak balik ngerubah bahan mentah jadi barang jadi yang bagus, abis itu diambil orang...alias bukan kita yang nikmatin hasta karyanya". Ngenesin sih...tapi ya gitu deh. Intinya, gue ga suka aja ama suasana rumah yang jadi jelek, dan asli gue tu sebelom kjadian laknat ini deket banget ama nyokap. Makanya gue kesiksa banget dengan kondisi yang ngehek banget kampret setan kayak gini (heeee...mulai sumpah serapah-nya kumat). Untung setelah gue ngobrol hati ke hati (bookk inget acara perjodohan jaman dulu ga sih di RCTI...judulnya Hati ke Hati...hihhihih asli cupu abis....*mulai keilangan orientasi bahasan*) dan membuka segala kebusukannya, semuanya kembali menjadi baik2 lagi kembali hampir seperti semula. Kecuali si kampret omdo itu aja yang ampe sekarang paling ga brani ngomong ama nyokap gue...hahaha bodoooo!!!!
Semua ini terjadi dalam taun yang sama, 2006. Bener2 taun apes buat gue dah tuh. Kalo bole gue kasih judul, itu taun penuh ama series of unfortunate events. Dan gue belajar banget kalo:
"kepercayaan itu sesuatu yang lo bangun perlahan2 dengan susah payah, tapi buat ngilanginnya segampang membalikkan telapak tangan"
Please do learn from my experienc
es. Once you've earned that trust, do your best not to lose it. Itu adalah penghargaan tertinggi seseorang atas diri lo. Once you've lost it, you will have to work at least twice harder to maybe..just maybe... earning it back... Yet things won't ever be the same. Mungkin analoginya seperti kayak luka dalem. Lukanya bisa diobatin, tapi begitu sembuh pun, bekasnya akan tinggal selamanya. Kalo pun bekasnya mau diilangin, musti operasi plastik, yang pastinya mehong abis (baca: butuh usaha lebih)...nahhh...gitu kira2 gambarannya...
Respect yourself..you deserve it... :)
cheers!
(ngelamun sambil flashback dulu)...............
Buat gue, sahabat adalah sodara. Yaaa namanya juga sahabat, semakin lama pasti akan berasa seperti kaka, adik, sodara. Semua ga berenti sebatas sahabat aja. Ga buat cewek, ga buat cowok. Sahabat2 gue udah gue anggep jadi bagian dari diri gue. Gimana enggak, sedihnya gue...mereka yang berhasil bikin gue balik seneng. Senengnya gue...kita berbagi. Jatuh-nya gue...mereka yang membuat gue kuat buat berdiri dan jalan...bahkan melesat secepat kilat seperti busur panah...halahhh...hiperbol, hahahha anyway, you got the point kan. Sayangnya salah satu dari mereka yang gue anggep nggak bakal mungkin menikam, malah menikam dari belakang. Gue bener2 kecewa. Kehidupan pribadi gue dikoyak2. Padahal, dia butuh apa, gue bela2in bantu. Secara dia di Jakarta merantau, gue bebasin nyinggah di rumah kapanpun, ampe gue bikinin dobelan kunci rumah. Bahkan, kalo bisa dibilang, I even share my parents, coz I knew it's not easy being far from your parents. So I shared mine. My mum treated her as if she's her own daughter. Gatau apa yang terjadi sama dia, dia mengobrak abrik semuanya. Sampe kehidupan pribadi gue. Disinilah gue kehilangan kepercayaan gue ke dia. Walaupun akhirnya dia mengakui semuanya pastinya dia tengsin abis kegep pengakuan dosa, apapun yang dia bilang, buat gue cuman manis di bibir aja. Terserah lo mau bilang apaan, gue emang gabisa maafin dia begitu aja, dan mulai dengan clean slate kalo dia ga ada usahanya juga. Gabisa, pokoknya gabisa! Titik. Forgiven, but not forgotten. Bukan perkara dendam atau nggak. Ini bentuk proteksi diri gue atas pengalaman buruk. Sebelum gue mulai dengan clean slate which is kemungkinannya kecil, tapi bukan berarti ga mungkin; gue harus yakin kalo kejadian2 yang ga terduga macem begini ga akan keulang lagi. She has to learn her lesson(s). I'd prefer it in a hard way, like....for the rest of her life??....hehehehheehe I don't know how far I would go though...and don't care anyway...
Nah, nyambung nih....salah satu keidupan pribadi gue yang diobrak abrik itu adalah hubungan gue sama sesorang. Anyway, singkat cerita, karna hubungan gue ama ni orang juga pada saat itu menjadi tajam setajam silet , bubar jalan lah hubungan gue. Kalo dari orang2 yang di lingkungannya dia bilang sih, dia promosi ke orang2 kalo gue yang ter ter buat dial like it matters now? d'oooghhhhh!!!! yaa itu kan di mulut. The truth is, ngapain ngumbar2 ke orang2 tentang perasaan lo ke si X kalo lo aja nggak punya nyali buat nunjukin ke si X sejujurnya. Sering banget segala omongan manis itu gue tantang buat jadi realita. Hasilnya 98% nol besar. Hari ini ngomong A, besok ngomong B, lusa A lagi...minggu depan C..makan tu omdo! Dan semakin kesini, kepercayaan gue pun semakin meluruh dalam jumlah yang semakin besar. Mirip2 kayak snowball effect...yyuuukkk. Ini kan kayak lo dikasih sayap "nih pake deh sayapnya buat terbang.." terus pas lo terbang tiba2 lo di lempar pake lembing trus sayap lo robek, pelan2 lo jatoh nyusruk kayak pesawat2 maskapai lokal yang maintenance-nya ga beres..kadang lo nemuin bangke-nya (baca: jati diri), kadang nggak. Kan mending ga usah dikasi sayap...mending biar butut, gue pake sayap bikinan gue sendiri. Kapasitasnya gue tau ampe mana.
Terus hubungan ama orangtua gue juga jadi nggak bener. Gue jadi semi bekstrit padahal ya aolliiii tadinya bener2 baek2 aja. Gara2 si comel satu itu aja kebanyakan tingkah kayak tessi srimulat makanya jadi pada ga percaya. Ya emang siii ni laki bukan dari bebet bibit bobot sempurna. Track recordnya juga ga bagus2 amat. Tapi gue selalu berpendapat orang itu ga mungkin 100% baik atau 100% ngaco. Pasti ada sisi lainnya. Nah, gue dan dia ini lagi berusaha membenahi diri. Dia juga tau dia nggak baik dan minder bareng gue. Mungkin emang dari sananya gue kerjaannya jadi mekanik mulu...eh, engineer deh biar keren. Ngelurusin idup orang, abis itu capcus kaga bareng gue *embeerrrr...ngehek banget*. Kalo gue ama sahabat gue bilangnya "bolak balik ngerubah bahan mentah jadi barang jadi yang bagus, abis itu diambil orang...alias bukan kita yang nikmatin hasta karyanya". Ngenesin sih...tapi ya gitu deh. Intinya, gue ga suka aja ama suasana rumah yang jadi jelek, dan asli gue tu sebelom kjadian laknat ini deket banget ama nyokap. Makanya gue kesiksa banget dengan kondisi yang ngehek banget kampret setan kayak gini (heeee...mulai sumpah serapah-nya kumat). Untung setelah gue ngobrol hati ke hati (bookk inget acara perjodohan jaman dulu ga sih di RCTI...judulnya Hati ke Hati...hihhihih asli cupu abis....*mulai keilangan orientasi bahasan*) dan membuka segala kebusukannya, semuanya kembali menjadi baik2 lagi kembali hampir seperti semula. Kecuali si kampret omdo itu aja yang ampe sekarang paling ga brani ngomong ama nyokap gue...hahaha bodoooo!!!!
Semua ini terjadi dalam taun yang sama, 2006. Bener2 taun apes buat gue dah tuh. Kalo bole gue kasih judul, itu taun penuh ama series of unfortunate events. Dan gue belajar banget kalo:
"kepercayaan itu sesuatu yang lo bangun perlahan2 dengan susah payah, tapi buat ngilanginnya segampang membalikkan telapak tangan"
Please do learn from my experienc
es. Once you've earned that trust, do your best not to lose it. Itu adalah penghargaan tertinggi seseorang atas diri lo. Once you've lost it, you will have to work at least twice harder to maybe..just maybe... earning it back... Yet things won't ever be the same. Mungkin analoginya seperti kayak luka dalem. Lukanya bisa diobatin, tapi begitu sembuh pun, bekasnya akan tinggal selamanya. Kalo pun bekasnya mau diilangin, musti operasi plastik, yang pastinya mehong abis (baca: butuh usaha lebih)...nahhh...gitu kira2 gambarannya...Respect yourself..you deserve it... :)
cheers!
Subscribe to:
Posts (Atom)